IKLAN

Jumat, 26 September 2008

Tidak ada yang mau menerima zakat!

Itu terjadi pada masa pemerintahan Umar Bin Abdul Aziz. Ketika para amil zakat keliling di wilayahnya, tidak ada satupun yang mau menerima zakat. Itu artinya bahwa mereka lebih dari cukup untuk mencukupi kehidupannya. Secara keseluruhan negara dalam keadaan surplus. Berarti Reformasi di bidang ekonomi berhasil dengan baik.
Bagaimana di Indonesia?
Jangankan para amil zakat keliling, diam aja pasti diserbu para penerima zakat, antri lagi. Bahkan yang lebih dari cukup pun ikut antri untuk menerimanya...wah...wah..wah.
Besok kalau saya jadi menteri ekonomi, akan saya contoh tuh bagaimana konsep reformasi ekonomi pada pemerintahan Umar Bin Abdul Aziz.
Tapi konsep yang paling jitu sih...bahwa Umar Bin Abdul Aziz "Takut pada Api Neraka".

Tidak ada komentar: